IN HOUSE TRAINING PENYUSUNAN PERANGKAT MENGAJAR DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN LITERASI SEKOLAH DAN SISTEM PENILAIAN SMA NEGERI 1 DAGANGAN TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Pendidikan – Pepatah Jawa menyebutkan bahwa seorang Guru kudu bisa digugu dan ditiru, yang artinya seorang guru adalah sosok yang mampu menjadi panutan dan teladan bagi anak didiknya.

Sementara itu Al-Ghazali menyebutkan bahwa sosok guru adalah mereka yang membuka yang tertutup dan mempermudah yang rumit. Mendapatkan ilmu dengan adannya bimbingan guru akan lebih mudah dan lebih menyenangkan.

Gambaran sosok guru diatas melekat kepada siapapun yang mendedikasikan dirinnya bagi tumbuh kembang anak manusia jadi lebih baik. Seorang guru tidak hanya mendorong anak didik menjadi baik atau lebih baik (salih wa aslah), juga mendorong mereka agar dapat menjadi manusia-manusia penggerak kebaikan (muslihin-muslihat).

Tentu idealisme tersebut bukan perkara yang mudah untuk direalisasikan. Butuh karakter dan komitmen yang kokoh dari para guru yang dikenal dengan sebutan “pahlwan tanpa tanda jasa” ini.

Oleh sebab itu, pada kesempatan ini pimpinan dan stakeholder SMAN 1 Dagangan, Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, memberikan In House Training Penyusunan Perangkat Mengajar Dan Workshop Pengembangan Literasi Sekolah Dan Sistem Penilaian Sma Negeri 1 Dagangan Tahun Pelajaran 2021/2022 yang dilaksanakan pada tanggal, 4 November 2021 bertempat di SMA NEGERI 1 DAGANGAN dan tanggal 5 November 2021 bertempat di Hotel MEGALAND SOLO dan tanggal 6 November 2021 melaksanakan Outbound di JAWADWIPA Karanganyar Jawa Tengah.

Kepala Sekolah (Kepsek), Wahyu Budi Astuti, S.Pd, M.Pd berharap dengan adanya workshop ini akan jadi pemantik bagi api keguruan yang mungkin redup dalam dua tahun terakhir akabat hantaman badai pandemi covid-19. “Kebersamaan dan kolaborasi yang produktif akan sangat menentukan bagi keberhasilan sekolah dalam melahirkan sosok-sosok lulusan yang diharapkan oleh visi-misi sekolah”, terang Ibu Wahyu, sapaan akrabnya, yang memimpin SMAN 1 Dagangan selama empat tahun terakhir.

Selain itu, Bapak Mustain, selaku pemateri GLS, mengajak semua guru dapat jadi patron utama bagi anak, terkhusus aspek literasi sekolah. “Peserta didik akan mengacu pada apa yang tampak dan terpancar dari sosok pendidik, baik atau buruknya, “ajak Bapak Tain, sosok berkacamata asal Kota Madiun ini.

Pada kesempatan kegiatan tersebut, dihadiri oleh pengawas sekolah, Drs. Heri Suryanto, M.M, Kepala Cabang Dinas Madiun Supardi, S.H., M.Pd, dan dan peserta terdiri dari seluruh guru dan tenaga pendidikan di sekolah SMAN 1 Dagangan.