Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, SMAN 1 Dagangan Gelar Bazar Karya Kelas X

Tampak penjual dan pembeli di lokasi lapak Bazar Merdeka Belajar SMAN 1 Dagangan, Kamis (03/11/2022).

Madiun- Gerakan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Belajar program pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mendapat respon positif dan antusias dari warga sekolah SMAN 1 Dagangan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun.

Pada praktiknya, SMAN 1 Dagangan menjalankan program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan penguatan di bidang kewirausahaan bagi anak didik kelas X.

Pelaksanaan P5 dijalankan selama 3 minggu atau 150 jam pelajaran. Penerapan P5, anak kelas X dari kelas A sampai ke I atau total 9 kelas telah mendapatkan beragam materi dari yang teoritis dan praktik.

Puncak dari IKM melalui program P5 yaitu Bazar Merdeka yang bermaksud memfasilitasi berbagai bakat dan skill peserta didik kelas X di bidang kewirausahaan, berbasis potensi lokal.

Bazar Merdeka Merdeka Belajar “Kewirasusahaan Siswa Kelas X” Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2022/2023, pada Kamis 4 November 2022.

Pihak sekolah SMAN 1 Dagangan menuturkan, “Agenda “Bazar Merdeka Belajar” tersebut merupakan wujud kesungguhan sekolah dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi tumbuh kembang siswa-sisiwa, terutama kelas X”, terang Kepala Sekolah, Wahyu Astuti Budi, S.Pd., M.Pd.

Sementara pihak kurikulum juga menyebut kegiatan itu tidak semata-mata menjalankan program kurikulum terbaru saja. Ia juga sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam rangka menyiapkan peserta didik yang kompetitif pasca lulus nanti”, jelas Bapak Khoirul Anam, Waka Kurikulum.

Fasilitasi Bazar diharapkan memunculkan berbagai karya kuliner dari anak-anak kelas X; serta melatih agensi pergerakan di bidang perekonomian; jiwa entrepreurship, kejujuran, kreatif, kerjasama, tanggung jawab dan pantang menyerah; ruang kompetisi; dan pengamalan ilmu.

Sementara itu, Sherly salah satu siswa peserta Bazar sangat mengapresiasi model pembelajaran seperti ini. “Kami sangat senang dengan pemebelajaran seperti ini, dapat ilmu, bersosial yang bermanfaat, dan dapat menampilkan terbaik”, ujar siswi kelas X B ini dengan kar karya Pangsi Goreng Aneka Rasa.

Tidak hanya Sherly, Ilvano, yang mengusung kuliner berbasis lokal merasa senang, karena dengan pengasahan bakat ini mampu memupuk jiwa kemandirian yang kelak tidak merepotkan orang tua”, jelas anak asal desa Prambon ini, dengan karya Talas Goreng, Kelas X I.

Pada kesempatan tersebut banyak wali murid yang berjubel untuk membeli karya-karya anak. Bahkan mereka merasa ikut optimis akan masa depan anak lulusan SMAN 1 Dagangan kelak.

“Saya turut bersuka cita melihat keramaian bazar ini. Saya yakin anak-anak kelak akan dapat tumbuh mandiri pasca lulus dari Sekolah, harap Ibu Hartini, yang akrab disapa bu Wo.

Bazar berlangsung dari pukul 07.30 sampai dengan 10.00 Wib. Tampak pada jam-jam terkahir semua stand siswa siswi ludes diborong para pembeli.
(Tim Web)