
Madiun- Jajaran guru/pendidik dan tenaga kependidikan SMAN 1 Dagangan beserta stakeholder selenggarakan Halal Bihalal di periode Ramadhan 1443 H/2022 juga dengan peserta didik.
Tradisi khas Indonesia ini merupakan sarana komunikasi antar berbagai pihak yang terhubung dengan sekolahan.
Kegiatan diharapkan mendorong setiap insan agar selalu introspeksi dan mengevaluasi diri.

“Saling meminta maaf pada dasarnya tidak hanya di momen “halal bihalal”, melain setiap saat melakukan kesalahan”, jelas Ibu Wahyu Astuti Budi, S.Pd., M.Pd, kepala Sekolah SMAN 1 Dagangan.
Pesan Ibu kepala sekolah di atas disampaikan kepada semua hadirin saat mengikuti apel bersama di lapangan sekolah pada Senin, (09/05/2022).
Sebab, selain bermakna saling memahami dan memaafkan atas kesalahan dan kekhilafan satu sama lain, juga sarana untuk meningkatkan kolaborasi semua pihak untuk peningkatan prestasi maksimal.
“Bersyukur itu mudah di lisan, sukar di hati dan rikuh di perbuatan”, ungkap KH. M. Sodik, saat mengisi tausiah.
Hal ini dapat dilihat dari perilaku kita sehari-hari, misal kita dapatkan gajian, apakah lantas gaji itu mendorong kita semakin meningkatkan kinerja atau malah justru merasa kurang. Bahkan kerapkali mengeluh dengan rezeki yang diterima.
Padahal jelas, Allah berfirman: “Serta ingatkanlah pada Tuhammu dengan “Kenyataannya apabila kamu bersyukur maka akan memperbanyak (nikmat) kepada kamu, dan jika kamu memungkiri (nikmat-Ku), amatlah pedih (QS. Ibrahim:7).
“Semoga Allah membantu kita dalam dzikir, syukur dan ibadah kepada-Nya”, pungkas Bapak Kyai Sodik